KINGDOM PLANTAE


Tumbuhan adalah  : organisme eukarIotik, multisel, berklorofil, memiliki dinding sel, autotrof 
Dunia tumbuhan dikelompokan menjadi tumbuhan tidak  berpembuluh atau non- tracheophyta ( tumbuhan lumut), dan tumbuhan berpembuluh atau tracheophyta (tumbuhan paku dan timbuhan berbiji) yaitu xilem dan floem. 
Xilem berfungsi mengangkut air dan garam-garam dari akar ke daun
Floem berfungsi mengangkut hasil-hasil fotosintesis
Tumbuhan terbagi menjadi tiga (3) Divisi :
1.     Bryophyta        (tumbuhan lumut)
2.     Pteridophyta    (tumbuhan paku)
3.     Spermatophyta (tumbuhan berbiji

Untuk lebih jelasnya perhatikan skema klasifikasi tumbuhan di bawah ini 
A. Divisi Bryophyta (tumbuhan lumut)

Tumbuhan lumut merupakan sekumpulan tumbuhan kecil, yang hidup di darat dan masih menyukai tempat lembab, tidak memiliki akar, batang dan daun sejati, serta tidak memiliki pembuluh pengangkut (xilem dan floem), merupakan tumbuhan peralihan antara tumbuhan ber-talus (Talofita) dengan tumbuhan  ber-kormus (kormofita) dan mengalami pergiliran keturunan
Talofita adalah tumbuhan yang tidak dapat dibedakan antara akar, batang dan daun.
Kormofita adalah tumbuhan yang sudah dapat dibedakan antara akar, batang dan daun
Disebut tumbuhan peralihan karena ada tumbuhan yang masih berupa talus (lembaran, yaitu lumut hati), tetapi ada juga yang sudah memiliki struktur tubuh mirip akar, batang dan daun sejati (lumut daun). Perhatikan gambar antara lumut hati dan lumut daun di bawah ini :
tumbuhan lumut merupakan tumbuhan pelopor (vegetasi perintis), yang tumbuh disuatu tempat sebelum tumbuhan lain mampu tumbuh

2.  Ciri-ciri tubuh Tumbuhan Lumut :
- ukuran : makroskopis 1-2 cm, dan ada yang mencapai 40 cm.
- Bentuk tubuh :  memiliki dua bentuk generasi, yaitu generasi Gametofit dan generasi Sporofit

 Gametofit adalah lumut yang menghasilkan gamet (sel kelamin )
 Sporofit adalah lumut yang menghasilkan spora, letak menunpang pada gametofit, perhatikan gb di bawah ini :
















Generasi gametofit :
- Merupakan generasi penghasil gamet
- Terdiri dari sel dengan kromosom  yang tidak berpasangan (haploid)
- Memiliki alat perkembangbiakan yang disebut gametangium
- Gametangium terdiri dari gametangium jantan dan betina
- Gametangium jantan disebut anteridium menghasilkan spermatozoid
- Gametangium betina disebut arkegonium menghasilkan sel telur (ovum)
- Gamet dihasilkan dari pembelahan meosis (reduksi), yaitu pembelahan 2 kali pada satu untu   gamet menjadi  4 inti gamet haploid
- merupakan tumbuhan lumut yang tampak sehari-hari berwarna hijau
- Berdasarkan letak anteridium dan arkegonium,
 lumut terbagi menjadi 2, yaitu :
   1. Lumut berumah satu (monoceus), jika anteridium dan arkegonium terdapat pada satu                gametofit
   2. Lumut berumah dua (dioceus) ; jika antridium dan arkegonium  , terpisah pada 2 gametofit.
Generasi Sporofit  (sporogonium) :
- Terdiri dari sel-sel gengan kromosom yang berpasangan (diploid)
- Merupakan generasi penghasil spora
- Spora dihasilkan di dalam kotak spora (sporangium)
- Letak sporofit menumpang pada gametofit
- Sporofit menghasilkan spora dengan bentuk dan ukuran yang sama (homospora/isospora).

3. Cara Hidup autotrof artinya mengolah makanan sendiri dengan melakukan fotosintesis.
4. Habitat : tanah, bebatuan, dan pohon yang lembab dan teduh
5. Reproduksi : terjadi secara aseksual dan seksual
Aseksual : dilakukan dengan spora, prosesnya adalah sporogonium (lumut sporofit) membentuk sporangium, di dalam sporangium terjadi pembelahan membentuk spora haploid, spora tumbuh jadi protonema, kemudian tumbuh jadi gametof haploid (n).
Seksual :  terjadi penyatuan gamet jantan (spermatozoid) dengan gamet betina (ovum). prosesnya adalah , fertilisasi antara sperma dan ovum menghasilkan zigot (2n). Zigot membelah menjadi embrio yang kemudian tumbuh menjadi sporofit yang diploid (2n).
Reproduksi lumut menunjukan adanya metagenesis pada lumut, yaitu pergiliran antara generasi gametofit (n) dengan generasi sporofit (2n).
Dalam daur hidupnya generasi gametofit merupakan generasi yang dominan dibandingkan generasi sporof.
Perhatikan skema siklus hidup/ metagenesis lumut di bawah ini : Spora- protonema-tumbuhan lumut-zigot-sporofit


















6. Klasaifikasi : 
Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan talus, hidup ditempat lembab dan autotrof. 
Terbagi menjadi 3 kelas: Lumut hati, lumut tanduk dan lumut daun. 
  
1. Hepaticopsida (lumut hati)

- tubuh berbentuk talus, berlobus seperti hati manusia
- merupakan lumut berumah dua (deoceus)
- Reproduksi aseksual dengan cara fragmentasi, pembentukan gemmacup           
   (kuncup) dan spora
- Gemmacup adalah struktur khas yang terdapat pada gametofit
   berupa mangkok yang mengandung kumpulan lumut kecil.
- Gemma dapat lepas dan tersebaroleh air kemudian tumbuh menjadi 
   lumut baru.
- Reproduksi seksual terjadi dengan fertilisasi antara spema dan ovum 
                                                      membentuk zigot.
                                                   - Contoh Marchantia polimorpha
2. Anthocerotopsida (lumut tanduk)
- Anthoceropsida sering disebut lumut tanduk.
- Gametofitnya mirip dengan lumut hati, perbedaannya terletak pada 
   sporofitnya.
Sporofit lumut tanduk mempunyai kapsul memanjang yang tumbuh
   seperti tanduk dari gametofit.
- Contoh lumut tanduk adalah Anthoceros laevis (lumut tanduk).



3. Bryopsida (lumut daun)
- Merupakan lumut sejati karena bentuk tubuhnya mirip tumbuhan kecil 
   yang memiliki bagian akar (rizoid), batang dan daun.
-  hidup berkelompok membentuk hamparan tebal seperti beludru
-  contoh  Polytrihcum dan  Spagnum



7. Manfaat Tumbuhan lumut
    - Beberapa spesies Sphagnum dapat digunakan sebagai obat kulit dan mata.
    - Beberapa tumbuhan lumut yang tumbuh di hutan hujan dapat digunakan sebagai penahan erosi dan
       menyerap air
    - Dapat digunakan sebagai  ornamen tata ruang
    - Marchantia sebagai obat penyakit hati


Divisi Pterydophyta (Tumbuhan Paku)

1. Tumbuhan Paku adalah : tumbuhan yang sudah memiliki akar, batang dan daun sejati, berkembang biak  dengan spora (kormofita berspora), dan memiliki pembuluh angkut xilem dan floem, memiliki klorofil, berakar serabut dan mengalami pergiliran keturunan

2. Ciri Tubuh
- Ukuran : bervariasi , 2 cm (paku air), 5 m (paku tiang), 15m (paku purba)
- Bentuk : lembaran, perdu (pohon), seperti tanduk rusa
- Struktur dan fungsi : memiliki dua generasi yaitu sporofit dan gametofit.

Generasi Sporofit
Merupakan generasi penghasil spora
- Umumnya sporofit tumbuhan paku memiliki akar, batang dan daun sejati
- Batang ada yang tumbuh tegak , ada yang di bawah tanah, yang disebut rizom
- Memiliki dua macam ukuran daun mikrofil (daun kecil seperti sisik) dan makrofil (daun besar)
- Memiliki dua jenis daun, yaitu :
daun steril (tropofil ) : daunyang tidak menghasilkan spora
daun fertil (sporofil) : daun yang menghasilkan spora













- Pada daun fertil terdapat kotak spora (sporangium)
- Sporangium berkelompok membentuk sorus, yang dilindungi selaput indusium
- Pada paku yang berdaun kecil sporangium berupa strobilus di ujung cabang
- Generasi sporofit merupakan tumbuhan paku itu sendiri yang memiliki ukuran lebih besar dan    lebih dominan dibandingkan generasi gametofit

Generasi Gametofit 















Merupakan generasi penghasil gamet
- Hanya berukuran beberapa milimeter saja
- Berbentuk seperti hati berupa lembaran, memiliki rizoid yang disebut protalus (protalium)
- Protalus ada yang tidak memiliki klorofil, untuk mendapatkan nutrisi bersimbiosis dengan           jamur
- Gametofit menghasilkan gamet : gamet jantan (anteridium) menghasilkan sperma berflagel,      dan gamet betina
   (anteridium) menghasilkan ovum
- Memiliki dua jenis gametofit :
Gametofit biseksual : jika dalam satu gametofit terdapat dua jenis gamet, merupakan paku homospora
Gametof ualam satu gametofit uniseksual : jika dalam satu gametofit hanya terdapat satu jenis gamet saja, merupakan paku heterospora
- Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan, tumbuhan paku terbagi menjadi 3 :
Paku homospora (isospora) : paku yang hanya mengasilkan satu jenis spora yang sama besar
Paku heterospora : paku yang menghasilkan dua jenis spora yang berbeda ukurannya (makrospora/spora betina) dan mikrospora/spora jantan
Paku peralihan : paku yang menghasilkan spora dengan bentuk dan ukuran yang sama dan sudah diketahui gamet jantan dan gamet betina . contoh paku ekor kuda

3. Cara Hidup fotoautotrof, artinya mengolah makanan sendiri dengan cara fotosintesis

4. Habitat :  Terestrial (di darat), dan di air (contoh : semanggi)

5. Reproduksi : terjadi secara  aseksual dan seksual

Aseksual : diawali dari spora (n) yang tumbuh menjadi protalus /protalium  (generasi gametofit) yang menghasilkan gamet jantan (sperma) dan gamet betina Ovum), selanjutnya terjadi fertilisasi 
Seksual : terjadi fertilisasi antara sperma dan ovum yang menghasilkan zigot (2n), yang tumbuh menjadi embrio , selanjutnya berkembang menjadi tumbuhan paku (sporofit), kemudian menghasilkan spora (n).
Mengalami metagenesis (pergiliran antara generasi sporofit dan gametofit).
Perhatikan skema metagenesis tumbuhan paku di bawah ini : spora- protalium- zigot-tumbuhan paku- sporangium


















6. Klasifikasi Tumbuhan paku terbagi menjadi 4 kelas, yaitu   :
Paku purba (Psilopsida)
Paku kawat (Lycopsida)
Paku ekor kda (Spenopsida)
Paku sejati (Pteriopsida)

Paku purba (Psilopsida)
 Spesiesnya hampir punah, tersisa 10 - 13 spesies
- menghasilkan satu jenis spora (homospora)
- gametofitnya tidak memiliki klorofil, nutrisi diperoleh dari simbiosis dengan jamur
- contoh : Rynia dan psilotum







Paku kawat (Lycopsida)
- jumlah lebih kurang 1000 spesies
- menghasilkan dua jenis spora (heterospora)
- Sporangium terdapat pada strobilus yang berbentuk kerucut 
- Gametofit tidak berklorofil
- Gametofit ada yang uniseksual dan biseksual
- contoh : Selaginela dan Lycopodium







 Paku ekor kuda (Spenopsida)
 - jumlah lebih kurang 15 spesies
- habitat di tempat lembab daerah subtropis
-disebut ekor kuda karena bentuk batang seperti ekor kuda
- sporangium berupa strobilus
- merupakan paku homospora
- gametofit memiliki klorofi
- Gametofit biseksual
- contoh : Equisetum





Paku sejati ( Pteriopsida)


- Jumlah paling banyak, kurang lebih 12.000 spesies
- Memiliki akar, batang dan daun sejati
- Daun muda tumbuh menggulung (circinnatus)
- Contoh : semanggi (Marsilea crenata) , suplir (Adiantum cuneatum)





7. Manfaat Tumbuhan Paku
     1. Untuk tanaman hias
     2. Untuk sayur-sayuran
     3. Sebagai pupuk hijau tanaman padi
     4. Selaginella plana sebagai obat luka

Divisi Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)
Yunani, sperma=biji , phyton=tumbuhan

1. Tumbuhan berbiji 
     adalah kelompok tumbuhan yang hidup di darat, memiliki akar, batang dan daun sejati,         tracheophyta, autotrof, serta menghasilkan biji.
2. Tumbuhan berbiji berukuran 
     makroskopik dengan ketinggian yang sangat bervariasi. 
     Tumbuhan biji tertinggi berupa pohon dengan tinggi melebihi 100 m. misalnya pohon konifer          Sequoiadendron giganteum di taman Nasional Yosemite California, dengan tinggi sektar 115 m dan     diameter 14 m.
3. Habitus atau perawakan 
     tumbuhan berbiji sangat bervariasi, yaitu :
    -  Pohon,  misalnya : jati, duku, kelapa, beringin, cemara. 
    -  Perdu,  misalnya : mawar, kembang merak, kembang sepatu.
    -  semak , misalnya : arbei.
    -  Herba, misalnya  : sayur-sayuran, bunga lili, serta bunga krokot.
4. Cara hudup : fotoautotrof, artinya mengolah makanan sendiri dengan bantuan cahaya matahari
5. Habitat :
    Tumbuhan berbiji kebanyakan hidup di darat. Namun, tumbuhan berbiji ada yang hidup mengapung di    air,misalnya teratai.   
6. Reproduksi 
     Terjadi secara aseksual/ vegetatif dan seksual/generatif

1. Vegetatif
     yaitu terjadinya individu baru tanpa didahului peleburan dua sel gamet. Dibedakan menjadi 2 macam yaitu vegetatif alami ( rhizoma/akar tingal, stolon/geragih, umbi batang,umbi lapis, umbi akar,tunas, tunas dan adventif), dan vegetatif buatan ( mencangkok, stek, okulasi, mengenten, merunduk).

2. Generatif/ Seksual 
    Terjadinya individu baru yang didahului dengan peleburan dua sel gamet,yang disebut pembuahan(fertilisasi). Pembuahan akan terjadi kalau didahului adanya proses penyerbukan (Persarian/polenasi).
Penyerbukan adalah sampainya serbuk sari pada tempat tujuan. Pada tumbuhan Gymnospermae, tujuan serbuk sari adalah tetes penyerbukan, sedangkan pada tumbuhan Angiospermae, tujuan serbuk sari adalah kepala putik.




















Pembuahan
Penyerbukan akan menghasilkan individu baru apabila diikuti oleh pembuahan, yaitu peleburan antara sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina. Pada tumbuhan berbiji dikenal ada dua macam pembuahan, yaitu pembuahan tunggal pada Gymnospermae, dan pembuahan ganda pada Angiospermae.
a. Pembuahan tunggal

 

Contoh proses pembuahan tunggal pada Pinus (Gymnospermae)
Terjadi pada tumbuhan Gymnospermae atau tumbuhan berbiji terbuka.
Prosesnya adalah  :  Serbuk sari akan sampai pada tetes penyerbukan, kemudian dengan mengeringnya tetes penyerbukan, serbuk sari yang telah jatuh di dalamnya akan diserap masuk ke ruang serbuk sari melalui mikrofil.Serbuk sari ini sesungguhnya terdiri atas dua sel, yaitu sel generatif atau yang kecil dan sel vegetatif yang besar, hampir menyelubungi sel generatif. Serbuk sari ini kemudian tumbuh membentuk buluh serbuk sari, yang kemudian bergerak ke ruang arkegonium. Karena pembentukan buluh serbuk sari maka sel-sel yang terdapat di antara ruang serbuk sari dan ruang arkegonium terdesak ke samping akan terlarut. Sementara itu di dalam buluh ini sel generatif membelah menjadi dua dan menghasilkan sel dinding atau sel dislokator, dan sel spermatogen atau calon spermatozoid. Sel spermatogen kemudian membelah menjadi dua sel permatozoid. Setelah sampai di ruang arkegonium, sel vegetatif lenyap, dan kedua sel spermatozoid lepas ke dalam ruang arkegonium yang berisi cairan, sehingga spermatozoid dapat berenang di dalamnya. Pada ruang arkegonium terdapat sejumlah sel telur yang besar. Tiap sel telur bersatu dengan satu spermatozoid, sehingga pembuahan pada Gymnospermae selalu mengasilkan zigot yang kemudian tumbuh dan berkembang menjadi embrio. Pembuahan tunggal seperti ini misalnya terjadi pada pohon Pinus.

b. Pembuahan ganda
















Terjadi pada tumbuhan Angiospermae atau tumbuhan berbiji tertutup.

1. Perkembangan serbuk sari
Serbuk sari yang jatuh di kepala putik terdiri atas satu sel dengan dua dinding pembungkus, yaitu: eksin (selaput luar) dan intin (selaput dalam). Eksin pecah, kemudian intin tumbuh memanjang membuat buluh serbuk sari. Buluh serbuk sari ini akan tumbuh menuju ke ruang bakal biji. Bersamaan dengan ini inti sel serbuk sari membelah menjadi 2, yang besar didepan adalah inti vegetatif sebagai penunjuk jalan, dan yang kecil di belakang adalah inti generatif. Inti generatif membelah lagi menjadi dua inti generatif atau spermatozoid, yaitu inti generatif 1 dan inti generatif 2.

2. Pembentukan sel telur
Bersamaan dengan perkembangan serbuk sari dalam buluh serbuk sari, di dalam ruang bakal biji sel induk megaspora (megasporosit/makrosporosit) membelah secara meiosis menjadi 4 sel. Tiga di antaranya mati dan yang satu tumbuh menjadisel megaspora/makrospora (inti kandung lembaga primer). Inti sel megaspora ini selanjutnya membelah mitosis 3x, sehingga terbentuklah 8 inti. Ke-8 inti tersebut kemudian masing-masing akan terbungkus membran sehingga menjadi sel yang terpisah. Karena itu sel-sel di dalam bakal biji sering disebut multigamet.
Langkah berikutnya, 8 sel tersebut membentuk formasi di dalam bakal biji. Tiga sel menempatkan diri di bagian atas bakal biji disebut antipoda. Yang di bagian bawah dekat mikrofil, 3 sel menempatkan diri berdekatan. Yang tengah adalah ovum, sedang mengapitnya sebelah kanan dan kiri adalah sinergid. Dua sel yang tersisa bergerak ke tengah bakal biji dan bersatu melebur membentuk inti kandung lembaga sekunder sehingga menjadi sel yang diploid (2n).
Jika terjadi pembuahan,  inti generatif 1 membuahi ovum membentuk zigot, sedang inti generatif 2 membuahi inti kandung lembaga sekunder menghasilkan endosperm (3n) sebagai cadangan makanan untuk zigot. Inilah yang dinamakan pembuahan ganda. Sementara itu inti vegetatif akan mati setelah sampai di bakal biji.
inti generatif 1 (n) + ovum (n) —–> zigot (2n)
inti generatif 2 (n) + inti kandung lembaga sekunder (2n) —–> endosperm (3n)

7. Klasifikasi

Divisi tumbuhan berbiji dibedakan menjadi dua subdivisi , yaitu :
Tumbuhan berbiji terbuka (gymnospernae)
Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae)
Tumbuhan berbiji terbuka (gymnospernae)  adalah tumbuhan yang bijinya tidak ditutup oleh bakal buah.
Ciri-ciri tumbuhan biji terbuka adalah:
 
Pada umumnya perdu atau pohon, tidak ada yang berupa herba Batang dan akar berkambium sehingga dapat tumbuh membesar
Bentuk perakaran tunggang
Daun sempit, tebal dan kaku
Tulang daun tidak beraneka ragam
Tidak memiliki bunga sejati
Alat perkembangbiakannya berbentuk kerucut yang disebut strobilus atau runjung.
Bakal biji tersusun dalam strobilus
Alat kelamin terpisah, serbuk sari terdapat dalam strobilus jantan dan sel telur terdapat dalam strobilus betina.
bakal biji tidak dilindungi daun buah/berbiji terbuka
Terbagi menjadi 4 kelas, yaitu :

a.  Cycadinae

Ciri khas adalah batang tidak bercabang, daunnya majemuk, tersusun sebagai tajuk di puncak pohon. Merupakan tumbuhan berumah dua, artinya memiliki strobilus jantan saja atau strobilus betina saja. Contoh: Zamia furfuracea, Cycas revoluta dan Cycas rumphii (pakis haji)





b. Ginkgoinae


Tumbuhan ini merupakan tumbuhan asli dari daratan Cina. Tinggi pohon dapat mencapai 30 meter, daun berbentuk kipas dan mudah gugur. Serbuk sari dan bakal biji dihasilkan oleh individu yang berlainan. Anggota kelompok ini hanya ada satu species yaitu Ginkgo biloba.





c. Coniferinae











Coniferales berarti tumbuhan pembawa kerucut, karena alat perkembangbiakan jantan dan betina berupa strobilus berbentuk kerucut. Tumbuhan yang termasuk kelompok ini memiliki ciri selalu hijau sepanjang tahun (evergreen). Contoh: Agathis alba (damar), Pinus merkusii (pinus), Cupressus sp.,Araucaria sp.Sequoia sp., Juniperus sp. dan Taxus sp.

d. Gnetinae

Anggota kelompok ini berupa perdu, liana (tumbuhan pemanjat) dan pohon. Daun berbentuk oval/lonjong dan duduk daun berhadapan dengan bentuk urat daun menyirip. Pada xilem terdapat trakea dan floem tidak memiliki sel pengiring. Strobilus tidak berbentuk kerucut, tetapi sudah dapat disebut “bunga”. Contoh yang terkenal dari kelompok ini adalah Gnetum gnemon (melinjo).





Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae)

Tumbuhan biji tertutup adalah tumbuhan yang bijinya terdapat di dalam bakal buah. Ciri-ciri tumbuhan ini adalah:
 
Hidup sebagai pohon, perdu, semak, merambat atau herba/terna
Daun pipih dan lebar dengan susunan tulang daun menyirip, menjari, melengkung atau sejajar
Memiliki bunga sejati dengan perhiasan bunga berupa kelopak dan mahkota bunga dan alat perkembangbiakannya berupa putik dan benang sari

Tumbuhan biji dibagi menjadi dua kelas berdasarkan jumlah keping bijinya, yaitu:

Tumbuhan berkeping biji satu (Monocotyledonae)
Tumbuhan berkeping biji dua (Dicotyledonae)

Tumbuhan Monokotil
Ciri-ciri adalah :

Memiliki satu daun lembaga (kotiledon)
Batang tidak bercabang atau bercabang sedikit, ruas-ruas batang jelas
Daun biasanya berpelepah dan berupa daun tunggal
Memiliki tulang daun sejajar ataumelengkung
Tidak berkambium, jaringan xilem dan floem pada akar dan batang tersusun tersebar
Memiliki sistem akar serabut
Bunga memiliki bagian-bagian dengan jumlah berkelipatan 3, bentuk tidak beraturan, warna tidak mencolok
Contoh tumbuhan monokotil adalah sebagai berikut :

Suku rumput-rumputan (Graminae), misalnya: padi, jagung, bambu, rumput, tebu, gandum
Suku pinang-pinangan (Palmae), misalnya: kelapa, rotan, kelapa sawit, aren, salak
Suku jahe-jahean (Zingiberaceae), misalnya: kunyit, jahe, lengkuas
Suku nanas-nanasan (Bromeliaceae), misalnya: nanass
 Suku anggrek-anggrekan (Orcidaceae), misalnya: anggrek bulan, anggrek macan, anggrek yang tumbuh di hutan irian jaya
Tumbuhan Dikotil
Ciri-cirinya adalah :
Memiliki dua daun lembaga ( dikotiledon)
Batang umumnya bercabang
Tulang daun menjari atau menyirip
Memiliki kambium sehingga akar dan batang bertambah besar, jaringan ikat pembuluh xilem dan floem pada akar dan batang tersususn dalam lingkaran
Memiliki sistem akar tunggang
Bunga memiliki bagian - bagian dengan kelipatan 4 atau 5, bentuk beraturan dengan bunga yang mencolok
Contoh tumbuhan dikotil adalah sebagai berikut :
Suku getah-getahan (Euhorbiaceae), misalnya: singkong, jarak, karet, puring
Suku polong-polongan (Leguminosae), misalnya: putri malu, petai, flamboyan, kembang merak, kacang kedelai, kacang tanah
Suku terung-terungan (Solanaceae), misalnya: kentang, terong, tomat, cabai, kecubung
Suku jeruk-jerukan (Rutaceae), misalnya: jeruk manis, jeruk bali
Suku kapas-kapasan (Malvaceae), misalnya: kembang sepatu, kapas
Suku jambu-jambuan (Mirtaceae), misalnya: cengkih, jambu biji, jambu air, jambu monyet, jamblang
Suku komposit (Compositae), misalnya: bunga matahari, bunga dahlia, bunga krisan  
Perbedaan Tumbuhan dikotil dan monokotil seperti pada gambar dan tabel di bawah ini :


Previous
Next Post »
Thanks for your comment